Bertahan di Tengah Badai Kehidupan, Pengajian Bulanan Masjid Al-Ilmi BCM Ajak Orang Tua Kuatkan Hati Dan Teguhkan Iman
Penulis : S.H & N.H (Tim Humas SIT BCM)
Editor : H.M
BOGOR — Setiap manusia memiliki ujian dan tantangan dalam perjalanan hidupnya. Menghadapi berbagai kesulitan membutuhkan kesabaran, keteguhan hati, serta keyakinan untuk terus melangkah. Pesan tersebut menjadi inti pengajian bulanan yang diselenggarakan di Masjid Al-Ilmi Bina Cendekia Mandiri (BCM) pada Rabu, 21 Oktober 2026. Pengajian kali ini menghadirkan Febriya Fajri, CMNLP, CHT, sebagai motivator dengan tema “Bertahan di Tengah Badai Kehidupan”. Tema ini mengajak jamaah untuk memahami pentingnya membangun ketahanan diri dalam menghadapi persoalan hidup, sekaligus menjadikan setiap ujian sebagai kesempatan untuk belajar, memperbaiki diri, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Dalam kehidupan sehari-hari, persoalan keluarga, pekerjaan, hubungan sosial hingga perubahan keadaan dapat menghadirkan tekanan yang memengaruhi pikiran dan perasaan. Situasi tersebut membutuhkan kemampuan untuk mengelola emosi, menjaga harapan, serta mengambil keputusan secara bijaksana tanpa kehilangan arah dan tujuan hidup. Keteguhan hati bukan berarti seseorang tidak pernah merasa lelah, sedih, atau mengalami kesulitan. Sebaliknya, keteguhan tercermin dari kemampuan untuk tetap berikhtiar, mencari jalan keluar, dan bangkit kembali setelah menghadapi tantangan. Sikap ini juga menuntut kebijaksanaan untuk menerima hal-hal yang berada di luar kendali serta mengambil pelajaran dari setiap pengalaman.

Gambar 1 Komite dan orang tua siswa hadir dalam pengajian bulanan
Dalam perspektif Islam, kesabaran, doa, ikhtiar, dan tawakal merupakan bagian penting dalam menjalani ujian kehidupan. Seorang muslim diajak untuk terus berusaha dengan sungguh-sungguh, memohon pertolongan Allah Swt., serta menyerahkan hasil akhirnya kepada-Nya. Keyakinan tersebut menjadi landasan untuk menjaga harapan dan menghadapi masa-masa sulit dengan lebih tenang. Pengajian bulanan ini dihadiri oleh komite dan orang tua siswa sebagai sarana untuk memperkuat hubungan spiritual dan mempererat silaturahmi antar orang tua dan sekolah. Melalui kegiatan yang menggabungkan pembelajaran agama dan refleksi kehidupan, diharapkan memperoleh bekal untuk menjalani keseharian dengan lebih sabar, bijaksana, dan penuh kesadaran.
Ibu Sholihati, S.P., M.Si selaku ketua Yayasan Dakara Bisnis Institvte (YDBI) yang juga merupakan alumni IPB University menyampaikan “kegiatan pengajian rutin ini menjadi salah satu ikhtiar untuk menghadirkan pembelajaran Islam yang relevan dengan tantangan kehidupan sehari-hari. Bertahan di tengah badai kehidupan bukan sekadar tentang seberapa lama seseorang mampu menanggung kesulitan, melainkan juga tentang bagaimana ia menjaga iman, terus berusaha, dan menemukan kekuatan untuk kembali melangkah. Semoga ujian yang Allah berikan dapat menjadi ruang untuk bertumbuh apabila dihadapi dengan kesabaran, ikhtiar, dan keyakinan kepada Allah Swt,” ujarnya.


Gambar 2 Foto bersama dengan narasumber coach Febriya Fajri, CMNLP, CHT
“Melalui pengajian bertema “Bertahan di Tengah Badai Kehidupan”, jamaah diajak untuk menguatkan hati, meneguhkan iman, dan menjadikan setiap ujian sebagai sarana memperbaiki diri serta semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:
- Email: binacendekiamandiri.@gmail.com
- WhatsApp: 081288693698 / 081314226989
- Website : www.binacendekiamandiri.sch.id
SIT Bina Cendekia Mandiri Entrepreneur’s School,
#Berkarakter Islami.
#Berprilaku Mandiri
#Berjiwa Pengusaha





