Mantapkan Tekad Cinta Al-Qur’an, Koordinator Guru Metode UMMI Ikuti Pembinaan di Masjid At-Taqwa
Penulis : S.H & N.H (Tim Humas SIT BCM)
Editor : H.M
Dramaga, 4 Oktober 2026 – Komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an ditunjukkan melalui kegiatan Pembinaan Koordinator Guru Al-Qur’an Metode Ummi yang berlangsung di Masjid At-Taqwa, Dramaga, pada Ahad, 4 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi ruang penguatan kompetensi, pembaruan informasi sistem, serta peningkatan peran strategis koordinator dalam menjaga mutu pembelajaran Al-Qur’an di setiap jenjang pendidikan. Kegiatan ini mendapat dukungan dari Ketua Yayasan Dakara Bisnis Institvte (YDBI), Ibu Sholihati, S.P., M.Si., alumni IPB University. Dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen lembaga untuk terus mengembangkan kualitas pendidikan Al-Qur’an melalui pembinaan yang terarah dan berkelanjutan.
Kehadiran perwakilan koordinator dari berbagai jenjang turut memperkuat semangat kolaborasi. Ibu Siti Patimah, S.Pd mewakili Koordinator Ummi jenjang TK, dan Ibu Noorhasanah, S.Pd mewakili Koordinator Ummi jenjang SMP mengikuti kegiatan sebagai bagian dari upaya memperkuat implementasi Metode Ummi, mulai dari pendidikan usia dini hingga jenjang lanjutan.
Rencana Pembangunan Qur’an Learning Centre
Pada sesi pertama, Ustaz Syauqi Ilallah, S.Ag., menyampaikan informasi mengenai rencana pembangunan Qur’an Learning Centre di Dramaga. Pusat pembelajaran Al-Qur’an tersebut direncanakan berdiri di atas tanah wakaf seluas 611 meter persegi, yang berlokasi tidak jauh dari SDIT Aliya. Peletakan batu pertama direncanakan berlangsung pada Ahad berikutnya. Sebagai bagian dari upaya menghimpun dukungan masyarakat, panitia juga merencanakan penyebaran proposal resmi dan kupon infak senilai Rp100.000 kepada lembaga-lembaga pengguna Metode Ummi. Langkah ini diharapkan menjadi ajakan untuk berpartisipasi dalam pembangunan pusat pembelajaran sekaligus dakwah Al-Qur’an yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Pembaruan Sistem Informasi Ummi
Sesi berikutnya disampaikan oleh Ustaz Kazhimi dari SIM UF, yang menjelaskan sejumlah pembaruan sistem informasi dan administrasi pembelajaran Metode Ummi. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan empat jenis akun dalam sistem Ummi, yaitu Umda, Lembaga, Trainer, dan Guru. Akses SIM UF saat ini dilakukan melalui situs web karena aplikasi tersebut tidak lagi tersedia di Play Store. Sejumlah ketentuan pengisian data juga dijelaskan, antara lain:
- Data tahsin dan jilid: siswa yang masih berada pada tahap tahsin atau jilid dan belum memasuki tahap pascamunaqasyah hanya perlu dicatat pada bagian tahsin atau jilid. Menu tahfiz diperuntukkan bagi siswa yang telah mengikuti munaqasyah tartil sesuai ketentuan sistem.
- Data siswa TK: data siswa TK A dan TK B kini dipisahkan, termasuk dalam pelaporan.
- Pengajuan munaqasyah: pengajuan dilakukan melalui menu pengajuan munaqasyah dengan mengisi tanggal pengajuan, penanggung jawab, serta jumlah peserta tartil dan tahfiz. Setelah data disimpan, sistem menghasilkan kode data peserta. Data selanjutnya dapat dibagikan dalam bentuk berkas Excel atau tautan yang dapat diisi oleh orang tua.
- Pengelolaan data guru: penambahan guru dilakukan melalui fitur tambah pengguna. Guru yang mengikuti sertifikasi pada tahun 2026 akan muncul secara otomatis sesuai data dalam sistem.
- Laporan supervisi: laporan dapat diakses melalui bagian Action Plan Ummi atau Koordinator Daerah.
- Pendaftaran sertifikasi: pendaftaran sertifikasi guru dapat dilakukan melalui menu Guru Qur’an di SIM UF dengan menggunakan nomor telepon seluler. Pada saat pembinaan, juga disampaikan informasi mengenai dibukanya sertifikasi khusus koordinator.

Gambar 1 Penyampaian materi oleh narasumber (Ustaz Khazimi)
Bagi koordinator yang tidak mengajar tetapi memerlukan akun Ummi, Ustaz Kazhimi menjelaskan bahwa koordinasi dapat dilakukan dengan Ummi Daerah (Umda). Pembaruan informasi ini diharapkan membantu para koordinator mengelola administrasi dengan lebih tertib, memahami alur kerja sistem, serta memastikan data pembelajaran terdokumentasi dengan baik.
Koordinator sebagai Penggerak Mutu Pembelajaran
Materi terakhir disampaikan oleh Ustaz Abdurrahman, S.Pd., yang menguraikan peran strategis koordinator dalam implementasi Metode Ummi di lembaga pendidikan. Menurutnya, koordinator bukan sekadar pengelola administrasi, melainkan juga menjadi mitra supervisor, representasi Metode Ummi, serta penghubung antara lembaga pendidikan dan Ummi Daerah. Peran ini menjadikan koordinator sebagai salah satu penggerak utama dalam menjaga kualitas pembelajaran Al-Qur’an.

Gambar 2 Materi oleh Ustaz Abdurrahman, S.Pd
Secara umum, tugas koordinator mencakup tiga fokus utama, yaitu pengendalian administrasi, pemantauan proses pembelajaran Al-Qur’an, serta pengendalian kompetensi guru dan siswa. Untuk menjalankan peran tersebut, seorang koordinator perlu memiliki kemampuan tilawah dan hafalan yang baik, memahami sistem serta manajemen Ummi, memiliki komitmen dan keterampilan komunikasi yang baik, serta memperoleh rekomendasi dari pimpinan lembaga dan Ummi Daerah. Adapun tugas pokok koordinator meliputi:
1. Menyusun program kerja pembelajaran Al-Qur’an.
2. Melakukan pengelompokan siswa dan guru secara dinamis sesuai kebutuhan pembelajaran.
3. Melaksanakan pendampingan (coaching) dan supervisi di kelas.
4. Melakukan pembinaan terhadap guru Al-Qur’an.
5. Melaksanakan tes kenaikan jilid.
6. Mempersiapkan kegiatan pramunaqasyah dan munaqasyah.
7. Mempersiapkan kegiatan Khatmul Qur’an dan Imtihan.
8. Melaporkan perkembangan pembelajaran secara berkala.
9. Menjaga komunikasi dan koordinasi yang baik dengan guru, pimpinan lembaga, serta Ummi Daerah.
Dalam sesi tersebut, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai persyaratan sertifikasi koordinator dan sertifikasi tahfiz, termasuk ketentuan hafalan Juz 30 dan Juz 29 sebagaimana disampaikan dalam pembinaan.
Menguatkan Sinergi untuk Pendidikan Al-Qur’an
Melalui pembinaan ini, para koordinator diharapkan semakin memahami tanggung jawabnya, baik dalam pengelolaan administrasi maupun pendampingan proses pembelajaran. Penguasaan sistem, kompetensi guru, serta pengawasan yang berkelanjutan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pembelajaran Al-Qur’an. Dengan dukungan Ketua Yayasan Dakara Bisnis Institvte (YDBI) Ibu Sholihati, S.P., M.Si serta partisipasi perwakilan koordinator dari jenjang TK dan SMP, kegiatan ini menjadi salah satu ikhtiar untuk memperkuat profesionalisme pendidik dan pengelola pembelajaran Al-Qur’an. Harapannya, sinergi antara lembaga pendidikan, guru, koordinator, dan Ummi Daerah dapat terus berkembang sehingga pembelajaran Al-Qur’an berlangsung semakin terarah, berkualitas, dan berkelanjutan.

Gambar 3 Foto bersama dengan para koordinator metode UMMI
SIT BCM – Berakhlak, Cerdas, Entrepreneur.
“Menguatkan kompetensi, menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, dan membangun generasi berakhlak mulia.”
Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:
- Email: binacendekiamandiri.@gmail.com
- WhatsApp: 081288693698 / 081314226989
- Website : www.binacendekiamandiri.sch.id
SIT Bina Cendekia Mandiri Entrepreneur’s School,
#Berkarakter Islami.
#Berprilaku Mandiri
#Berjiwa Pengusaha





